Manado-Setelah 30 tahun, akhirnya birokrat handal dan sarat pengalaman Ir Herry Rotinsulu (HeRo) menutup kariernya sebagai ASN, dengan mengahiri tugasnya sebagai Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Pemprov Sulut. Ini ditandai dengan Serah Terima Jabatan Kadis Kehutanan Sulut yang dipimpin Sekprov Edwin Silangen SE MS di Kompleks Taman Hutan Rakyat (Tahura) HV Worang Gunung Tumpa Manado, Kamis (14/09/2018).
Menariknya lokasi tempat pelaksanaan kegiatan ini, yakni Tahura Gunung Tumpa merupakan karya terakhir atau berkat sentuhan kerja keras HeRo sebagai Kadishut Sulut, hingga kini menjadi salah satu destinasi pariwisata andalan Kota Manado, Kabupaten Minut bahkan Sulut.
Peran vital HeRo adalah dirinya yang berjuang dan mendorong ditetapkannya Perda Pengelolaan Tahura Gunung Tumpa HV Worang yang digodok cukup singkat, hanya 3 bulan sampai disahkan DPRD Sulut.
Perda yang memungkinkan hutan konservasi ini dikelola oleh Pemprov Sulut untuk fungsi konservasi dan pariwisata. "Di Tahura boleh buka usaha, sudah ada payung hukum Tahura, salah satu destinasi wisata Tahura merupakan kontribusi sektor kehutanan membangun pariwisata sulut," ujar Rotinsulu usai mengikuti acara serah terima.
Menurut HeRo, ada 4 hal yang dibutuhkan untuk membangun pariwisata. "Pertama, destinasi, Tahura merupakan destinasi wisata," terangnya.
Lanjunya, membangun destinasi harus keroyokan, Dinas PUPR membantu bangun akses jalan. Kedua, menunjang pariwisata dengan industri. Dinas UMKM bisa ikut terlibat mengembangkan industri kerajinan, atau di Tahura ini banyak pohon seho, bisa dibuat minuman saguer. Intinya menggarap potensi yang bisa memberdayakan masyarakat. Ketiga penting pula promosi wisata, dan terakhir kelembagaan yang mengelola definisi wisata.
Hutan di gunung tumpa dulu merupakan hutan lindung yang kurang dilindungi, kini sudah jadi hutan konservasi jenis Tahura. "Semua bisa berdiri di sini menikmati alam yang indah ini," jelas HeRo.
Adapun dari atas Tahura HV Worang Gunung Tumpa akan lengkap terlihat pemandangan laut Teluk Kota Manado, plus empat eksotis, yakni Bunaken, Manado Tua, Siladen, Mantehage dan Nain. Dan hutan yang berada di Kawasan Kota Manado dan Minahasa Utara itu kini menjadi satu di antara destinasi alam Sulut, serta satu tempat runway olahraga tourism paragliding atau terbang layang di Bumi Kawanua.
Adapun mantan Pjb Bupati Minahasa Utara itu, semasa menjabat sebagai PNS, tak pernah non job, karirnya terisi penuh. Ia pernah menjabat Kadis Pertanian dan Peternakan di Kabupaten Minahasa, kemudian naik ke Pemprov menjadi kepala bidang, dan di era Gubernur SH Sarundajang dipercayakan menjabat Kadis Kehutanan berlanjut hingga era Gubernur Olly Dondokambey SE.
Kendati telah menyelesaikan tugasnya sebagai Birokrat, namun rupanya sosok HeRo tetap masih ingin mengabdi dan melayani masyarakat. Terbukti dengan dirinya kini tercatat sebagai Caleg No 4 PDI-Perjuangan dari Dapil Minahasa Utara-Kota Bitung ke DPRD Sulut. “Kini saya sudah bisa lebih fokus untuk bersosialisasi sebagai Caleg PDI-Perjuangan ke DPRD Sulut dari Dapil Minut-Bitung, tapi setelah penetapan DCT dari KPU Sulut,” kata HeRo yang tak lupa meminta doa dan dukungan warga.
HeRo sendiri punya kans kuat untuk terpilih sebagai Legislator Sulut, mengingat sepak terjang dan track record-nya selama ini. Selain mantan Pjb Bupati Minut, HeRo merupakan salah satu tokoh pendiri kabupaten yang berada di Kaki Gunung Klabat itu. Pun karier dan prestasinya yang mentereng sebagai seorang birokrat.(Ifa)
Menariknya lokasi tempat pelaksanaan kegiatan ini, yakni Tahura Gunung Tumpa merupakan karya terakhir atau berkat sentuhan kerja keras HeRo sebagai Kadishut Sulut, hingga kini menjadi salah satu destinasi pariwisata andalan Kota Manado, Kabupaten Minut bahkan Sulut.
Peran vital HeRo adalah dirinya yang berjuang dan mendorong ditetapkannya Perda Pengelolaan Tahura Gunung Tumpa HV Worang yang digodok cukup singkat, hanya 3 bulan sampai disahkan DPRD Sulut.
Perda yang memungkinkan hutan konservasi ini dikelola oleh Pemprov Sulut untuk fungsi konservasi dan pariwisata. "Di Tahura boleh buka usaha, sudah ada payung hukum Tahura, salah satu destinasi wisata Tahura merupakan kontribusi sektor kehutanan membangun pariwisata sulut," ujar Rotinsulu usai mengikuti acara serah terima.
Menurut HeRo, ada 4 hal yang dibutuhkan untuk membangun pariwisata. "Pertama, destinasi, Tahura merupakan destinasi wisata," terangnya.
Lanjunya, membangun destinasi harus keroyokan, Dinas PUPR membantu bangun akses jalan. Kedua, menunjang pariwisata dengan industri. Dinas UMKM bisa ikut terlibat mengembangkan industri kerajinan, atau di Tahura ini banyak pohon seho, bisa dibuat minuman saguer. Intinya menggarap potensi yang bisa memberdayakan masyarakat. Ketiga penting pula promosi wisata, dan terakhir kelembagaan yang mengelola definisi wisata.
Hutan di gunung tumpa dulu merupakan hutan lindung yang kurang dilindungi, kini sudah jadi hutan konservasi jenis Tahura. "Semua bisa berdiri di sini menikmati alam yang indah ini," jelas HeRo.
Adapun dari atas Tahura HV Worang Gunung Tumpa akan lengkap terlihat pemandangan laut Teluk Kota Manado, plus empat eksotis, yakni Bunaken, Manado Tua, Siladen, Mantehage dan Nain. Dan hutan yang berada di Kawasan Kota Manado dan Minahasa Utara itu kini menjadi satu di antara destinasi alam Sulut, serta satu tempat runway olahraga tourism paragliding atau terbang layang di Bumi Kawanua.
Adapun mantan Pjb Bupati Minahasa Utara itu, semasa menjabat sebagai PNS, tak pernah non job, karirnya terisi penuh. Ia pernah menjabat Kadis Pertanian dan Peternakan di Kabupaten Minahasa, kemudian naik ke Pemprov menjadi kepala bidang, dan di era Gubernur SH Sarundajang dipercayakan menjabat Kadis Kehutanan berlanjut hingga era Gubernur Olly Dondokambey SE.
Kendati telah menyelesaikan tugasnya sebagai Birokrat, namun rupanya sosok HeRo tetap masih ingin mengabdi dan melayani masyarakat. Terbukti dengan dirinya kini tercatat sebagai Caleg No 4 PDI-Perjuangan dari Dapil Minahasa Utara-Kota Bitung ke DPRD Sulut. “Kini saya sudah bisa lebih fokus untuk bersosialisasi sebagai Caleg PDI-Perjuangan ke DPRD Sulut dari Dapil Minut-Bitung, tapi setelah penetapan DCT dari KPU Sulut,” kata HeRo yang tak lupa meminta doa dan dukungan warga.
HeRo sendiri punya kans kuat untuk terpilih sebagai Legislator Sulut, mengingat sepak terjang dan track record-nya selama ini. Selain mantan Pjb Bupati Minut, HeRo merupakan salah satu tokoh pendiri kabupaten yang berada di Kaki Gunung Klabat itu. Pun karier dan prestasinya yang mentereng sebagai seorang birokrat.(Ifa)

COMMENTS