Anggota DPRD Sulut Dapil Minsel Mitra Gelar Sosbang

SULUT - Anggota DPRD Sulut Billy Lombok, Boy Tumiwa dan Stella Runtuwene dari daerah pemilihan Minsel dan Mitra menggelar Sosialisasi Kebangsaan (Sosbang) di daerah pemilihan Minsel dan Mitra.

Adapun agenda ini dijadwalkan mulai awal Desember sampai dengan minggu ketiga Desember 2022.

Para anggota dewan ini menyampaikan Wawasan Kebangsaan merupakan konsep politik bangsa Indonesia yang
memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, meliputi tanah (darat), air
(laut) termasuk dasar laut dan tanah di bawahnya dan udara di atasnya secara
tidak terpisahkan, yang mempersatukan bangsa dan negara secara menyeluruh
mencakup segenap bidang kehidupan nasional yang meliputi aspek ekonomi,
politik, sosial budaya, dan hankam.



Wawasan Kebangsaan sebagai konsepsi
politik dan kenegaraan yang merupakan manifestasi pemikiran politik bangsa Indonesia. Sebagai satu kesatuan negara kepulauan, secara konseptual, geopolitik
Indonesia dituangkan dalam salah satu doktrin nasional yang disebut Wawasan
Nusantara dan politik luar negeri bebas aktif.

Sedangkan geostrategi Indonesia
diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional yang bertumbuh pada
perwujudan kesatuan ideologi, ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan
keamanan.



Negara Indonesia yang dikelola dengan jumlah penduduk yang cukup besar,
yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, agama, adat istiadat, dan kondisi objektif
ini pada satu sisi mengandung kekuatan tetapi pada sisi lain mengandung
kelemahan. Ia mengandung kekuatan bila perbedaan dari keanekaragaman dapat hidup bersama dalam satu kesatuan yang harmonis, sebaliknya mengandung
kelemahan bila perbedaan yang ada dalam keanekaragaman hidup dalam suasana
penuh kecurigaan, pertentangan dan saling menghancurkan antar satu dengan yang lainnya.

Sistem kenegaraan dan sistem pemerintahan yang ingin dikembangkan adalah sistem pemerintahan yang bersifat demokratis dan desentralistis dalam negara kesatuan yang utuh dan menyeluruh yang
menghendaki adanya pemerintahan pusat yang kuat dan berwibawa untuk menjamin terpeliharanya stabilitas nasional dan kesatuan bangsa, sedangkan
prinsip desentralisasi menghendaki adanya pemerintahan daerah yang semakin dewasa, mandiri dan demokratis.

Dengan harmonisasi hubungan pusat dan daerah menuntut adanya wawasan
kebangsaan yang memahami keberadaan wawasan kewilayahan/ kedaerahan yang
memiliki karakteristik tertentu untuk dikembangkan dengan penuh prakarsa,
kreasi, dewasa dan mandiri dan sebaliknya wawasan kewilayahan/ kedaerahan
yang semakin dewasa dan mandiri hendaknya senantiasa ditempatkan secara
proporsional untuk memperkuat pembinaan wawasan kebangsaan.



Wawasan kebangsaan yang memberikan ruang dan kesempatan untuk berkembangnya wawasan kewilayahan/ kedaerahan yang semakin dewasa dan
mandiri pada hakikatnya menyadari bahwa wilayah negara Indonesia sangat luas
yang berisikan masyarakat bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku
bangsa, bahasa, agama, adat istiadat, dan sebagainya yang justru dapat
dimanfaatkan sebagai kekuatan untuk mempersatukan dan membangun bangsa
Indonesia yang besar.



Nasionalisme sebagai suatu tekad bersama yang tumbuh dari bawah untuk bersedia hidup sebagai suatu bangsa dalam negara merdeka. Paham kebangsaan/ nasionalisme adalah paham kebersamaan, persatuan dan kesatuan, dan kebangsaan selalu berkaitan erat dengan demokrasi karena tanpa demokrasi
kebangsaan akan mati bahkan merosot.

Kesetiakawanan sosial sebagai nilai
merupakan rumusan lain dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat dan wawasan
kebangsaan menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat lebih dari hanya
kemakmuran yang paling tinggi dari jumlah orang yang paling hebat. Kesejahteraan rakyat lebih dari keseimbangan antara kewajiban sosial dan keuntungan individu.

Sementara itu, Kesejahteraan sosial disebut juga kesejahteraan umum yang mencakup keseluruhan lembaga dan usaha dalam hidup sosial yang membangun dan memungkinkan setiap pribadi, keluarga dan kelompok sosial lain untuk mencapai kesempurnaan secara lebih penuh dan dengan lebih mudah. Kebangsaan dan demokrasi bukanlah tujuan tetapi merupakan sarana dan wahana untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi yaitu masyarakat yang adil dan makmur.

Salah satu ciri khas dari negara demokrasi yang membedakan dari negara
totaliter adalah toleransi. Wawasan kebangsaan menegaskan bahwa demokrasi
tidak sama dengan kemenangan mayoritas atau minoritas karena dalam demokrasi
semua dapat diputuskan dengan cara musyawarah dan pengambilan keputusan
dengan suara terbanyak merupakan jalan yang terakhir setelah diupayakan musyawarah.



Hal yang sama nampak dalam kerukunan hidup beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa ada sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara para pemeluk agama yang berbeda-beda dan ada sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing.

Makna Wawasan Kebangsaan.
Wawasan Kebangsaan bagi bangsa Indonesia 1memiliki makna sebagi berikut:
1) Wawasan kebangsaan mengamanatkan kepada seluruh bangsa agar menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan;


2) Wawasan kebangsaan mengembangkan persatuan Indonesia sedemikian rupa sehingga asas Bhinneka Tunggal Ika dipertahankan;


3) Wawasan kebangsaan tidak memberi tempat pada patriotisme yang licik;


4) Dengan wawasan kebangsaan yang dilandasi oleh pandangan hidup Pancasila, bangsa Indonesia telah berhasil merintis jalan menjalani misinya di tengah-tengah tata kehidupan di dunia;


5) NKRI yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur bertekad untuk mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri serta sejahtera lahir batin, sejajar
dengan bangsa lain yang sudah maju.



Nilai Dasar Wawasan Kebangsaan.
Nilai Wawasan Kebangsaan yang terwujud dalam persatuan dan kesatuan bangsa memiliki enam dimensi yang bersifat mendasar dan fundamental, yaitu:

1) penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa;

2) Tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merkeka, dan
bersatu;

3) Cinta akan tanah air dan bangsa;

4) Demokrasi atau kedaulatan rakyat;

5) Kesetiakawanan sosial;

6) Masyarakat adil-makmur.

Tantangan Wawasan Kebangsaan .

Perkembangan serta kemajuan ilmu pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi, telah mendorong hubungan sosial dan saling ketergantungan antar
bangsa, antarnegara, dan antar manusia semakin besar. Globalisasi yang didominasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, telah merubah pola hubungan antar bangsa dalam berbagai aspek, dan menjadikan globalisasi sebagai fenomina yang bersifat multidimensi. Negara seolah tanpa batas, saling tergantung dan saling berhubungan antar satu negara dengan negara yang lain sampai sekarang. Dunia maya (cyber) kini menjadi sarana dan arena berperang yang melibatkan banyak pihak tanpa dibatasi oleh batas-batas negara.

Transformasi bentuk ancaman ini tentu harus disadari sepenuhnya oleh bangsa
Indonesia, mengingat tantangan dan potensi ancaman yang semakin berat dan komplek. Disamping tantangan dalam aspek teknologi, kini bangsa-bangsa di
dunia, tengah dihadapkan pada berbagai tantangan dan isu global seperti
perubahan iklim, food security, energy security, terorisme, human security,
kejahatan lintas negara (trans national crime), drug trafficking, maritime security,
cyber crime, konflik dikawasan dll ancaman.
Dengan demkian, upaya untuk secara terus menerus menyosialisasikan Wawasan Kebangsaan untuk menumbuh kembangkan semangat Nasionalisme
dan Cinta Tanah air, menjadi tantangan bagi segenap anak Bangsa termasuk
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Agar setiap anak
Bangsa memiliki cara pandang yang sama terhadap Bangsa dan Tanah Air
Indonesia. (Adve)






COMMENTS

Nama

advetorial,384,berita utama,2854,bitung,778,bolmong,14,Bolsel,64,ekonomi,380,hukrim,504,infrastruktur,215,manado,1816,minahasa,2026,minsel,692,minut,734,mitra,931,nasional,1258,nusa utara,373,olahraga,301,pariwisata,253,politik,1496,q,3,sulut,4699,tomohon,326,totabuan,422,v,2,video,1,
ltr
item
KabarOk.com - Kabar dikabarkan: Anggota DPRD Sulut Dapil Minsel Mitra Gelar Sosbang
Anggota DPRD Sulut Dapil Minsel Mitra Gelar Sosbang
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTX3Q9KbjxpzNx8CTULD2UWaDwkdXDx6xo6TWh7yZbEg2uB04ubAp2dfusU15l4LwealwyiPT_GYjMF1LQXLNyP3EtKtkdd-e4KJJZrAkbYO5fi1qiAv6pqZ9EIMhPbPxaXFZL6LZOspsi7kyjtt1yRv8KFIXgCivaRoeEJ2wGd2swSNHHmAc3HLbf/s320/IMG-20221213-WA0011.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTX3Q9KbjxpzNx8CTULD2UWaDwkdXDx6xo6TWh7yZbEg2uB04ubAp2dfusU15l4LwealwyiPT_GYjMF1LQXLNyP3EtKtkdd-e4KJJZrAkbYO5fi1qiAv6pqZ9EIMhPbPxaXFZL6LZOspsi7kyjtt1yRv8KFIXgCivaRoeEJ2wGd2swSNHHmAc3HLbf/s72-c/IMG-20221213-WA0011.jpg
KabarOk.com - Kabar dikabarkan
https://www.kabarok.com/2022/12/anggota-dprd-sulut-dapil-minsel-mitra.html
https://www.kabarok.com/
https://www.kabarok.com/
https://www.kabarok.com/2022/12/anggota-dprd-sulut-dapil-minsel-mitra.html
true
3875780352725475842
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU TAG ARCHIVE SEARCH SEMUA BERITA Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy